5 Kota di Indonesia dengan Harga Tanah yang Murah

Saat ini harga tanah di Indonesia terus mengalami kenaikan, bahkan di daerah perkotaan kini harga tanah sudah mencapai jutaan permeter perseginya. Tetapi tahukah kamu tidak semua tanah di Indonesia memiliki harga yang mahal?

Tidak sedikit orang tergiur untuk melakukan investasi properti tanah. Investasi tanah memang merupakan salah satu bentuk investasi yang sangat menguntungkan. Inilah yang membuat ada banyak investor yang berburu tanah murah.

Bagi kamu yang berencana untuk membeli tanah, berikut adalah beberapa daerah yang memiliki harga tanah murah meski berada di kota besar.

Harga Tanah Murah

1. Jakarta

Pertama yang akan kami bahas adalah Jakarta. Ya, kamu masih bisa menemukan harga tanah murah di Jakarta, bahkan mulai dari ratusan ribu. Dari Pergub No. 34/2020 tentang NJOP Tahun 2020, berikut ini adalah harga lahan yang paling murah di Jakarta:

Kepulauan Seribu:

  • Jl. Pulau Sebira Rp394 ribu per meter persegi.
  • Jl. Pulau Peteloran Barat dan Timur Rp394 ribu per meter persegi.
  • Jl. Sebaru Besar Rp614 ribu per meter persegi.
  • Jl. Pulau Panjang Besar, Jl Pulau Bulat Rp464 ribu per meter persegi.
  • Jl. Abdul Hamid, Jl H Mahyin, Jl Pulau Harapan, dan Jl Pulau KelapaRp 614 ribu per meter persegi.
  • Jl. Pulau Perak Rp916 ribu per meter persegi.

Jakarta Utara:

  • GG Kamal Muara, GG Hamjuni, GG Layur, GG Rojali, dan GG Tongkol RpRp1,4 juta per meter persegi.
  • Kawasan Penjaringan Rp1,4 juta (Jl. Kamal Muara, Jl. Kampung Baru, Jl. Hamjuni, dan Jl. Muara Karang.

Jakarta Timur:

  • Jl. Lapan V, Pasar Rebo Rp2,29 juta per meter persegi
  • KP. Rawa Terate, Cakung Rp2,92 juta per meter persegi

2. Bekasi

Ya, bukan hanya Jakarta yang masih memiliki harga tanah murah, karena Bekasi juga masih terdapat harga tanah yang mudah. Jika dilihat dari Perda No. 2/2012 dengan petujuk pelaksanaan melalui peraturan Wali Kota Bekasi No.37/2012, NJOP yang ada di Kota Bekasi terbagi menjadi 100 kelas. Paling tinggi mencapai angka Rp68 juta, sedangkan pada kelas terendahnya ada di Rp170.000. Di kawasan Bantargebang, ada harga Rp308 ribu per meter persegi.

3. Depok

Tanah yang ada di Depok pada tahun 2019 naik di 17 ruas dan ada beberapa daerah yang harganya masih termasuk murah. Misalnya seperti pada NJOP yang ada di Kelurahan Bedahan, nilainya hanya RP285 ribu.

4. Bogor

Apakah kamu sedang mencari tanah di Bogot? Tenang saja, karena ternyata maish bisa ditemukan tanah murah di sana. Harga tanah termurah yang ada di Bogor saat ini Rp160 ribu per meter persegi. Bahkan pada beberapa wilayah lain di Bogor, masih bisa ditemykan harga tanah per meter perseginya Rp200 ribu. Wilayah dengan lahan yang cukup murah ini biasa berada pada Katulampa, Sindangrasa, Sukasari, dan  Bojongkerta.

5. Malang

Malang juga memiliki harga tanah yang murah. Untuk kamu yang mencari tanah di Malang, bisa mencoba mencari di kawasan koridor di Jl. Ki Ageng Gribig, NJOP-nya berkisar di angka Rp200 ribu per meter persegi. Tapi untuk saat ini, mungkin harga tanahnya sudah mencapai angka Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per meter perseginya.

Nah, itulah beberapa harga tanah murah yang ada di Indonesia. Kira-kira dari 5 daerah tersebut, mana yang menarik perhatian kamu?

Hunian Mangkrak Menjadi Tolak Ukur Kalau Industri Properti Belum Sembuh?

Pada beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak ditemui kasus proyek properti yang pembangunannya tidak kunjung diselesaikan. Salah satunya adalah Apartemen Meikarta yang sudah sejak tahun 2017 masih belum selesai hingga saat ini.

Jika dilihat, kondisi perekonomian masyarakat Indonesia memang sudah berangsur membaik setelah sebelumnya sempat anjlok karena pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 lalu. Tapi apakah cukup baik untuk membuat industri properti bangkit?

Steve Sudjianto yang merupakan pengamat dan ahli properti menyebutkan bahwa saat ini masyarakat masih dalam kondisi waspada, karena kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.

“Kondisi ekonomi memang sedang menghadapi gelombang inflasi, daya menurun, dan faktor wait and see. Katanya lebih baik parkir uang di bank dan beli surat berharga dari pemerintah,” katanya .

Sebab itu, kini daya beli dari masyarakat pun kembali turun, apalagi untuk pasar non landed seperti apartemen dan rumah susun.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bambang ekajaya yang merupakan Ketua Real Estate Indonesia. Ia menyebutkan bahwa minat beli dari masyarakat untuk hunian vertikal agak berkurang. Dalam kondisi ini yang membuat penjualan dari beberapa pengembang pun menurun, sehingga pembangunan fisiknya menjadi terhambat.

“Ya memang saat ini pasar properti yang non landed agak berkurang. Dan beberapa developer juga karena penjualan menurun, pembangunan fisiknya jadi terhambat,” katanya .

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa pasar untuk hunian vertikal seperti apartemen sampai saat ini masih tetap ada selama lokasinya stretegis. Ini akan menjadi pertimbangan utama dari pembelian suatu apartemen.

“Orang memilih apartemen tentu yang utama karena lokasinya. Baru ke harga yang terjangkau,” ujarnya.

Di sisi lain, Panangian Simanungkalit yang merupakan Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) menyebutkan bahwa industri properti sudah mulai bangkit sejak tahun 2022. Hanya saja fenomena ini berbeda untuk apartemen.

“Kalau dari permintaan, istilahnya berarti tinggal di apartemen belum memasyarakat di Indonesia ternyata. Jadi ini kegagalan pemerintah kota sebetulnya, untuk memasyarakatkan orang bertempat tinggal di hunian jangkung,” katanya.

Salah satu kekurangannya adalah karena pemerintah saat ini masih kurang memberikan daya tarik untuk masyarakat mau membeli tempat tinggal di hunian vertikal, akibatnya masyarakat menjadi lebih suka membandingkannya dengan rumah tapak.

“Kalau ditanya, rumah tapak kan masih lebih nyaman. Itu yang terjadi sekarang. Jadi gagal pengembang mensosialisasikan bahwa apartemen itu lebih bagus, bersama-sama pemerintah daerah. Nah sekarang kita ada di persimpangan ini,” katanya.

“Kalau sampai mangkrak, itu kan artinya pembelinya tidak ada. Artinya back to basic, lakukan lagi riset. Apakah di daerah itu memang ada demand? Tapi kalau udah mangkrak, lalu demand-nya nggak ada atau kebanyakan investor, jangan harap. Karena kan properti itu lokasi,” terangnya.

Beli Rumah Jadi Atau Bangun Rumah Sendiri, Mana Paling Untung?

Ada banyak orang yang memimpikan untuk memiliki rumah sendiri. Terutama bagi mereka yang merupakan pasangan muda, biasanya mereka memiliki tujuan untuk memiliki rumah sendiri. Tetapi biasanya setelah menikah dan memiliki pasangan, ada pertanyaan yang kerap kali muncul. Lebih baik beli rumah atau membangun rumah?

Nah, untuk itu kami akan membantu kamu untuk menemukan solusi terbaik dari dua hal ini. Mulai dari keuntungan hingga kekurangan yang bisa kamu temukan dari dua hal ini.

Perbandingan Beli Rumah dan Bangun Rumah

1. Membeli Rumah

Jika kamu ingin memliki rumah dan tidak memiliki banyak biaya, ada baiknya lebih memilih membeli rumah. Karena dengan membeli rumah kamu tidak akan menemukan biaya-biaya kaget. Kamu bahkan bisa langsung menempatinya. Selain itu dengan membeli rumah, kamu akan terhindar dari tertunda memiliki rumah di tengah jalan saat budget tiba-tiba semakin menipis, sehingga pembangunan rumah harus tertahan. Selain itu jika kamu ingin lebih cepat mandiri secara finansial, maka membeli rumah akan sangat disarankan. Dengan demikian kamu akan lebih cepat dalam melakukan investasi ke hal lain.

Bagi orang yang sibuk atau dalam suatu kondisi harus segera menempati rumah, tentu membeli rumah ini dapat menjadi pilihan paling tepat. Hal ini dapat menjadi lebih praktis dibandingkan menyewa rumah ataupun mengontrak. Jadi tidak lagi perlu biaya tambahan, karena semuanya sudah terpusat dalam satu kebutuhan. Jika kamu ingin ada gaya sesuatu dari rumah yang kamu beli, maka kamu bisa merenovasinya. Hal ini juga dapat membuat kamu lebih nyaman dalam menempati rumah tersebut.

Tapi tentunya setiap kelebihan ada kekurangannya juga. Jika kamu emmbeli rumah, biasanya harga yang ditawarkan akan lebih mahal, terutama jika membelinya di developer. Mereka akan mengambil keuntungan yang cukup dan membantunmereka membayar bunga di bank. Selain itu luas lahan biasanya terbatas, sehingga sulit untuk melakukan pengembangan kedepannya.

2. Membangun Rumah

Ada banyak orang yang lebih suka membangun rumah karena dengan demikian mereka dapat membangunnya sesuka hati. Desain dari bangunan pun tergantung pada keinginan. Kini sudah banyak orang yang butuh membuat rumah sesuai kebutuhan merka, seperti ruang apa yang dibutuhkan, tata letak ruang, dan hal lainnya yang dapat diatur sendiri.

Pembangunan rumah pun bisa disesuaikan dengan budet, mau rumah yang minimalis atau rumah yang mewah. Pembangunan rumah ini cocok bagi yang memang memiliki pendapatan tidak menentu. Harga tanah saat ini dapat dikatakan lebih murah dibandingkan membeli rumah yang sudah jadi. Jika budget masih belum cukup, cobalah beli tanahnya dulu.

Tapi sama seperti membeli rumah, ada pula kekurangan yang bisa kamu hadapi saat membangun rumah. Tentu jika ingin membangun rumah, kamu harus meluangkan waktu dalam mengurus pembelian tanah yang tidak mudah. Bukan hanya itu saja, ada pula aspek legalitas yang tidak mudah. Saat tanah sudah didapatkan, kamu harus bisa meluangkan waktu dan juga pikiran dalam mengawasi tahap pembangunan dan mencari kontraktor.

Nah, itulah dua perbandingan utama dalam membeli dan membangun rumah. Sebenarnya kedua hal ini sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangan, tapi beberapa poin tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam mendapatkan rumah impian.

Jika kamu tidak terlalu suka untuk ribet, maka belilah rumah yang memang dapat menjadi solusi tepat. Tetapi jika kamu merupakan orang yang penuh dengan kreativitas, membangun rumah bukan hal yang salah.  

Indonesia Properti Expo 2022 Bisa Jadi Peluang Tuntaskan Backlog Rumah

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan bahwa pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2022 memiliki peluang dalam menjadi peluang dalam mendorong perekonomian dan juga menuntaskan backlog atau kekurangan perumahan yang masih tinggi, yaitu sebesar 12,75 unit.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementrian PUPR Iwan Suprijanto pada pembukaan Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (19/11/2022).

“Salah satu tantangan dalam penyediaan perumahan, yaitu angka kebutuhan atau backlog yang masih tinggi sehingga masih memerlukan kontribusi dari semua pemangku kepentingan, bukan hanya dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja, akan tetapi memerlukan kolaborasi dengan pihak swasta maupun perbankan,” kata Iwan.

Iwan juga menambahkan, di IPEX 2022 juga dapat dijadikan kesempatan untuk para pengembang yang ada di sektor properti untuk dapat lebih bangkit dan meningkatkan pembangunan di rumah sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah (PSR) di Indonesia.

Pada ajang tersebut, ia juga mendorong pengembang untuk mendekatkan diri kepada para konsumen sekaligus untuk melakukan riset pasar dalam pengembangan usaha. Hal ini karena sektor perumahan saat ini sangat dituntut dalam mengeluarkan upaya yang lebih keras dan juga kreatif di dalam menghadapi tantangan nilai prodiuksi yang terus meningkat dan minat pasar yang relatif lebih menelah di masa pandemi.

Ia berharap kegiatan ini dapat membuat masyarakat jadi lebih mudah untuk mendapatkan pilihan hunian yang layak dan terjangkau. Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa pemerintah harus terus gencar di dalam PSR sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan terus memberikan strategi dalam percepatan realisasi program tersebut.

Salsah satunya yakni pemerintah menyediakan Program Bantuan Perumahan yang terdiri dari pembangunan rumah susun sewa untuk masyarakat yang memiliki penghasilan rendah sebanyak 12.787 unit dan juga pembangunan rumah khusus sebanyak 2.300 unit.

Bukan hanya itu saja, ada banyak juga program bantuan yang diberikan untuk membuat masyarakat memiliki rumah layak huni dari program ini. Dengan demikian, diharapkan adanya dukungan dari pengembang perumahan dalam membantu realisasi PSR terwujud.

Seberapa Penting Menyewa Jasa Desain Interior Saat Membangun Rumah?

Beberapa orang ada yang tidak mau menyewa jasa desainer interior untuk mempercantik rumahnya karena tak punya banyak anggaran serta mahalnya jasa desainer. Anggaran yang di miliki sudah di pakai untuk membangun atau merenovasi rumah, membeli peralatan rumah tangga yang di butuhkan, atau membayar sejumlah tagihan untuk kelangsungan hidup sehari – hari.

Hasilnya, mereka pun memilih untuk tak menggunakan jasa desainer interior. Selain itu, sebagian orang juga merasa bahwa mendesain bagian dalam rumah tidak perlu meminta pendapat dari orang lain. Tetapi, menggunakan jasa interior bisa membantu menciptakan hunian yang ideal sekaligus mempercantik tampilan rumah.

Itulah kenapa, menyewa jasa desainer interior penting di lakukan saat merenovasi atau mendesain rumah. Nah, di bawah ini ada beberapa alasan kalian perlu menggunakan jasa desain interior saat mendesain, membangun, atau merenovasi rumah.

1.Beri Nilai Terbaik Untuk Rumah

Setiap pemilik rumah mempunyai desain, tema, serta penataan untuk membangun rumah impiannya. Tetapi, walaupun sudah tahu apa yang di inginkan, belum tentu dapat menjalankannya dengan baik. Desainer interior memiliki berbagai sumber daya dan material untuk mengubah rencana rumah impian kalian menjadi kenyataan sekaligus memberi kalian nilai investasi terbaik.

Mereka juga bisa mencegah kalian membuat kesalahan yang merugikan atau mengunjungi banyak toko yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan dekorasi rumah.

2.Membantu Memaksimalkan Ruang

Alasan lain perlu memakai jasa desain interior adalah mereka bisa memberikan saran mengenai mendesain setiap sudut rumah serta membantu memaksimalkan ruang. Kepuasan klien selalu di utamakan oleh para desainer interior.

Mereka akan melakukan berbagai cara dengan anggaran yang telah di tentukan. Selain itu, desainer interior akan membantu kalian memilih warna dan tema yang terbaik. Tetapi, perlu diingat bahwa desainer interior itu berbeda dengan kontraktor.

Kontraktor bisa membuat berbagai macam produk yang berbeda untuk kalian, namun tak bisa memandu kalian mengenai apa yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah atau meterial mana yang paling ideal dengan hunian.

3.Menghemat Waktu

Desainer interior mempunyai paket anggaran yang berbeda serta rencana menyeluruh untuk menawarkan layanannya. Jadi, kalian tidak perlu meriset pasar untuk mencari gorden termurah atau penutup jendela yang berkelanjutan. Mereka akan mencari perlengkapan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Dengan begitu, kalian akan bisa menghemat waktu dan energi untuk mencari perlengkapan rumah. Lebih lanjut, desainer interior mempunyai kontak dengan orang – orang terkait, dari kontraktor, tukang ledeng, hingga tukang listrik, untuk memastikan kelancaran pengerjaan interior rumah.

Itulah beberapa hal yang mungkin bisa membuktikan seberapa pentingnya menyewa desainer interior untuk rumah idaman kalian. Semoga bermanfaat.