Motif BYD Indonesia Memfavoritkan Impor Kendaraan dari China Dibandingkan dengan Thailand

iwillnotbebroken.org – Build Your Dreams (BYD) telah meluncurkan tiga mobil listrik jagoannya di Indonesia, yakni BYD Dolphin, Atto 3 dan Seal. Ketiga produk tersebut didatangkan utuh atau completely built up (CBU) dari China.

Luther T. Pandjaitan selaku Head of Marketing PT Build Your Dreams Motor Indonesia memastikan, untuk beberapa waktu ke depan, pihaknya masih akan menunjuk China sebagai pusat impor kendaraan. Dia mengaku belum minat mendatangkan produk dari Thailand.

Sebagai catatan, pabrik BYD di Thailand sebentar lagi rampung dan mulai beroperasi tahun ini. Menurut pemberitaan media China dan Thailand, fasilitas tersebut mampu memproduksi 150 ribu unit kendaraan nonemisi setiap tahun.

Meski demikian, kata Luther, mustahil pihaknya mengimpor mobil listrik dari Thailand. Sebab, selain masih baru, ada beberapa aturan terkait produksi yang harus dipatuhi di negara setempat.

“Saat ini, kita masih lihat China ya, karena di Thailand kita nggak tahu pasar domestiknya bisa langsung menyerap atau nggak,” ujar Luther saat ditemui awak media di Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/1).

“Karena di sana juga ada komitmen terhadap produksi ya sama aja kayak di sini, jadi belum tentu mereka bisa supply negara tetangga seperti Indonesia,” tambahnya.

Lagipula, kata Luther, tak banyak pabrikan mobil di Indonesia yang mengimpor produk dari Thailand. Selain itu, kendaraan yang dikembangkan di China juga telah melalui riset panjang yang sesuai standar global.

Lebih jauh, dia menambahkan, proses impor kendaraan dari China sejauh ini cepat dan tak menemukan masalah berarti. Sejak awal hingga sekarang, sudah ada ratusan unit mobil yang pihaknya datangkan ke Indonesia.

“Kami sudah impor mobil ke Indonesia ratusan unit. Bahkan, saat uji tipe, kita sudah impor beberapa unit juga. Kenapa? Karena produk BYD secara sertifikasi dan standar sudah mengikuti global, sehingga kita tak sulit melewati pemeriksaan. Impor kita tak memakan banyak waktu,” kata Luther.

Sekadar informasi, pabrik BYD Thailand dibangun di Zona Khusus Koridor Ekonomi Timur di provinsi pesisir Rayong. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi pusat produksi dan distribusi kendaraan listrik di Thailand dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Skandal Menimpa Fortuner Dan Innova, Pimpinan Toyota Dari Jepang Datang ke Indonesia Untuk Meminta Maaf

iwillnotbebroken.org – Toyota Motor telah menutup beberapa lini produksi setelah mengaku melakukan kecurangan dalam sertifikasi mesin, sehingga berdampak tidak hanya pada mobil yang menggunakan mesin tersebut tetapi juga model lainnya.

Komite Investigasi Khusus telah diberi tugas untuk menyelidiki kemungkinan sertifikasi terkait dengan sertifikasi yang tidak tepat dari produsen forklift dan peralatan konstruksi nasional. Sementara itu, Toyota Motor Corporation (Toyota) telah memerintahkan Toyota Industries Corporation (TICO) untuk memproduksi mesin diesel untuk mobil.

Untuk itu, Toyota menyadari seriusnya pelanggaran sertifikasi dan TICO yang berulang kali terjadi, seperti yang terjadi di Daihatsu, mengguncang fondasi perusahaan sebagai produsen mobil. CEO Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda baru-baru ini meminta maaf kepada seluruh anggotanya terkait gugatan yang melibatkan serikat pekerjanya. Toyoda bahkan membungkuk untuk menjelaskan permintaan maafnya.

“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf terdalam saya kepada pelanggan dan pemangku kepentingan kami atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang disebabkan oleh penyimpangan berturut-turut di Hino Motors, Daihatsu dan Toyota Industries,” kata Toyoda. “Jujur dan lakukan segala sesuatunya dengan cara yang benar,” imbuhnya. Tak hanya Toyoda, Senior Vice President Bob Azam PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) buka suara terkait hal tersebut.

Rumornya di Toyota juga ada modelnya, yakni Toyota Fortuner produksi TMMIN. Terkait informasi ketidakakuratan proses sertifikasi tiga model mesin Toyota Toyota Industries Corporation yang diumumkan pada 29 Januari 2024, kami nyatakan masalah tersebut tidak berdampak pada model mobil Toyota di Indonesia, kata Bob kepada , Selasa (30/1/2024). Namun Toyota di Indonesia bersikukuh produksi Fortuner tidak terpengaruh. Meski begitu, Bob meminta maaf kepada seluruh pelanggannya yang terganggu akibat kabar ini.

“Isu ini berkaitan dengan prosedur sertifikasi di beberapa negara selain Indonesia dan tidak berkaitan maupun mempengaruhi kinerja horsepower, torsi, maupun kinerja mesin lainnya. Masalah ini tidak ada hubungannya atau mempengaruhi keselamatan kendaraan atau jumlah emisi yang dihasilkan kendaraan. “Kami ingin memastikan bahwa kami yakin kendaraan kami tidak terkena dampak masalah ini,” kata Bob. Namun demikian, Toyota Indonesia sebagai bagian dari keluarga besar Toyota menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh pelanggan dan pihak berkepentingan di Indonesia atas permasalahan dan kendala yang mungkin timbul akibat permasalahan ini, ujarnya.